aku tak ingin menulis puisi
aku tak tau ketika diminta membuat puisi
aku ingin bilang kalau aku lupa rasanya
tapi kedengarannya seperti dusta
aku hanya bisa mengungkapkan sedikit
dari apa yang pernah ku punya
tak bisa lagi memilih diksi-diksi puitis
tak sampai lagi membuat baris estetis
kini bahasanya terlampau sederhana
tak ada yang istimewa
tapi lupakanlah saja soal menjadi istimewa
aku tak ingin membuat puisi akhir-akhir ini
bukan karena ku benci menulis
tapi, karena puisiku yang terdalam
biasanya hadir bersamaan dengan patah hati
dan aku tak ingin kembali
pada perasaan-perasaan penuh kacau itu
aku masih ingat
betapa kalutnya perasaanku
saat menulis bait-bait penuh bising dan deru
seperti baris puisi yang ada di catatanku sewaktu lalu
kalimat-kalimat yang tak ingin aku rasakan lagi
yang ingin aku buang ingatannya
tapi sialnya malah jadi abadi
karena telah menjadi puisi
aku tak ingin menulis puisi,
tapi terkadang
tiba-tiba aku menumpahkan keresahanku
dalam bentuk kata-kata.
jemariku tiba tiba merangkai kata tanpa jeda
dibawah kendaliku
tanpa aba-aba,
seperti saat ini
karena mungkin hanya itu yang ku bisa.
membiarkan kepalaku penuh dengan riuh
atau menerjemahkannya
dengan kalimat yang lebih mudah dipahami
Padahal aku tak ingin menulis puisi
namun kemudian aku berpikir sesaat
lantas apa ini?
apakah aku justru terlihat seperti sedang menulis puisi?
tentang tak ingin menulis puisi
kontradiktif.
jika kumpulan kalimat ini
lebih layak dianggap sebagai kata-kata kosong saja pun tak apa
karena aku sedang tak ingin menulis puisi
Komentar
Posting Komentar