jika kita bertemu lagi

dan nanti, jika kita bertemu lagi
entah kapan, entah dimana
akan ku ceritakan bagaimana hari itu
kepergianmu secara tiba-tiba
menyesakkan hati orang disekitarmu

tak ada yang siap, 
tak ada yang menyangka,
mereka bahkan menyangkal,
kalau saja kabar itu mungkin salah alamat,
karena tak mungkin rasanya jika kau pergi teramat cepat.

dan nanti, jika kita bertemu lagi
akan ku ceritakan hal-hal yang belum sempat aku ceritakan padamu,
atau hal-hal yang terjadi setelah kepergianmu
bagaimana suasana hari itu,
bagaimana langit kala itu,
atau bagaimana rasanya saat kita duduk untuk berdoa dipemakamanmu
tanpa sempat melihatmu untuk terakhir kalinya sebelum dikebumikan,

dan kita tidak bisa menebak, kapan bisa bertemu denganmu lagi 

harusnya, saat-saat sebelumnya
kita menyempatkan bersua bertukar cerita,
bersama-sama, seakan mengulang momen pengabdian didesa hampir dua tahun yang lalu,
bukankah kita pernah atau bahkan selalu berencana akan mengunjungi desa itu setelah segala urusan kita telah selesai?
bukankah harusnya kita hanya tinggal atur waktunya saja?

ah tapi nyatanya itu semua hanyalah angan semu,
mungkin, yang lainnya akan pergi kesana lagi suatu hari nanti
mungkin, masih ada kemungkinan
tapi, apakah kita tidak akan berat hati pergi ke tempat yang membekas penuh kenangan,
dengan bayang-bayangmu sewaktu masih ada
rasanya, jika dibayangkan sekarang akan berat untuk pergi kesana lagi.
karena, selamanya tak akan pernah ada waktu untuk berkumpul secara lengkap lagi disana.
seperti indahnya waktu itu.

dan nanti, jika kita sudah bertemu lagi
aku ingin kau tau bahwa aku bersyukur pernah mengenalmu, walau tak lama.
mungkin bukan cuma aku, tapi kita semua mensyukurinya.
tak ku kira hari kemarin akan terjadi,
tapi yang ku tau, kau pasti dimuliakan disana
seperti kau selalu memuliakan agama

semoga pecimu yang tak pernah kau tanggalkan dari kepalamu
akan digantikan dengan mahkota indah amal baikmu

dan nanti, jika kita telah dipertemukan lagi
boleh gantian kau juga yang bercerita?
apa yang terjadi di alam sana?
apakah kau melihat waktu kita datang ke rumahmu sore itu?
bukankah rumah barumu sekarang lebih indah dari tempat manapun didunia ini?
apakah kopi favoritmu ada disana juga? 



p.s : dua hari ini rasanya aneh sekali harus mempercayai kalau-kalau kau sudah tiada, 
dan bagian tersedihnya adalah dipaksa menyadari kenyataan bahwasanya kita tidak akan punya kesempatan yang sama seperti yang lalu.

istirahatlah dengan tenang, kawanku.
kau sudah menyelesaikan tugasmu.

Komentar

Postingan Populer