penyair

Sialnya,
Memang benar petuah itu
Jangan sekali-kali berurusan dengan seorang penyair

Bukan, biar ku perjelas
Penyair itu adalah kiasanku padanya
Ia bukan benar-benar penyair
Tapi, 
Orang yang gemar sekali bermain kata
Dengan segala susunan retorika
Merangkainya menjadi sebongkah kalimat
Laksana syair 
Tentang sebuah cerita
Yang ada aku didalamnya

Catatan-catatan itu tak hanya tergores dalam kertas, pesan atau suara.
Itu semua mungkin sudah hilang (berikut dirinya)
Namun, segalanya bagai terus terekam dan terputar berulang di kepala
Tentangnya dan segala kata-katanya

Yang mungkin aku benci,
Tapi terlampau manis walau diterpa pahit kehilangan

Pergilah saja pergi,
Jangan dirimu saja yang pergi
Bawalah kata-katamu pulang
Bawalah kembali syairmu ke benakmu
Jangan penuhi memoriku
Dengan apa yang telah hilang.

Komentar

Postingan Populer