Improvisasi

 

Dahulu, ketika masih menjadi mahasiswa baru, anganku begitu tinggi dan idealis, ambisiku bergejolak merangkai target impian untuk segala macam hal, karena aku yakin bahwa ‘tidak ada yang tidak mungkin’, tapi aku lupa bahwa ‘ada mungkin, yang tidak ada’

semakin menjalani hidup dan bertambahnya usia, semakin akhirnya aku bisa membaca situasi dan keadaan, sekiranya aku mulai menakar ‘apa yang aku perlukan dan butuhkan’, bukan ‘apa yang akan dipandang orang lain bersinar’

memang dalam perjalanan ini pada akhirnya banyak mimpi-mimpiku yang terpaksa patah, banyak kesempatan emas yang tak ku ambil, walau kata orang ‘kesempatan tak datang dua kali’ tapi bagiku ‘ya, kesempatan memang tak datang dua kali, tapi kesempatan akan datang berkali-kali’, ada beberapa hal yang sebenarnya mampu atau setidaknya bisa diusahakan untuk diraih, tapi lagi-lagi jika tidak dibutuhkan secara riil, pada akhirnya bisa memilih untuk ditanggalkan, berusaha menentukan apa-apa yang seharusnya menjadi skala prioritas dan mana yang tidak. 

Lalu, saat ini aku sedang tidak menuju mana-mana, akhir-akhir ini aku lebih banyak berimprovisasi untuk memikirkan apa yang akan dilakukan nanti maupun esok hari.

Komentar

Postingan Populer