Yaudah

Katanya banyak hal yang harus di-yaudah-in.
Tapi, Pernah gak sih ngerasa lelah buat melangkah ke depan?
Karena beban dibelakang itu berat.
Karena beban dibelakang belum bisa diikhlaskan.
Karena beban yang lalu masih sulit untuk diterima.
Karena beban yang lalu itu masih sulit untuk dimaafkan.

Memendam amarah, menyimpan bom waktu.
Memendam pilu, menyimpan emosi jiwa.
Memendam sakit, menyimpan luka hati.

Tapi apakah merutuki nasib akan merubah segalanya?
Merubah cerita-cerita ditahun yang sudah terlanjur terlewat misalnya.
Sayangnya, tidak mungkin.
Sayangnya, yang dibelakang sudah tak bisa diganggu gugat.

Sayangnya hanya kesempatan hari ini yang kita punya, ada hari besok juga kalaupun masih ada.
Pelan-pelan memaafkan.
Pelan-pelan mengikhlaskan.
Pelan-pelan menerima.
Perlahan mungkin akan memahami, bahwa semua hal yang datang dan pergi, semua hal yang telah terjadi, selalu bersamaan dengan alasan.

Komentar

Postingan Populer