mesin waktu
masih berada dalam suasana baru pindah rumah, ya seperti inilah banyak barang yang perlu diketahui dimana tempatnya sekarang, terlebih banyak yang tersimpan dalam kardus-kardus tumpukan yang belum dibereskan, ketika aku begitu memerlukan sesuatu tapi tak kunjung ketemu aku harus membongkar satu demi satu. menyebalkan? ya tampaknya begitu, apalagi ketika aku harus membereskannya, tapi tak begitu secara seluruhnya, aku menemukan banyak barang usang dari masa lampau yang sudah lama tak ku lihat.
aku tidak atau mungkin belum percaya akan ada yang disebut mesin waktu di dunia ini, jika memang suatu saat nanti akan ada, apakah tidak merusak takdir? seperti misalnya ada yang menyelamatkan panglima perang yang seharusnya mati, sehingga kubu yang harusnya menang menjadi kalah ataupun sebaliknya, hal itu akan memutarbalikan fakta sejarah, merubah pemahaman kita yang tertanam dalam buku-buku yang sudah ada dijaman ini, atau mungkin wujud-wujud fisik tulisan yang pernah kita baca sebelumnya akan berubah? mengikuti takdir yang dirubah si pengembara waktu? apakah isi otak dan pikiran kita juga akan berubah? semuanya begitu paradoks.
oke, karena keterbatasan teknologi, jadi belum ada jawaban terperinci tentang pertanyaan-pertanyaan yang muncul berkenaan mesin waktu.
tapi aku percaya, bahwa setiap barang yang pernah bersinggungan dengan kita akan menyimpan muatan waktu yang akan kita sebut sebagai kenangan dimasa depan, sebagian terlupa secara utuh, teringat separsial, atau ada yang teringat dengan jelas.
apakah kamu bersyukur dikaruniakan rasa lupa? atau kamu malah menganggap lupa itu adalah kesialan?
ya, sebenarnya semua pembukaan diatas setidaknya mencakup perasaanku saat ini.
aku membongkar tumpukan kardus dibawah tangga untuk mencari sisa-sisa "alat kreativitas" yang pernah aku miliki karena tampaknya liburan yang sedikit ditemani guratan stres ini perlu didamaikan dengan mengasah kembali jiwa kreatif yang mulai ku tinggalkan sejak lama, namun barang-barang itu tak kunjung ketemu, dan tentunya aku tidak mau membongkar semua tempat karena terlalu malas merapihkannya.
sembari mencari barang, aku menemukan banyak barang-barang usang, yang kembali mengingatkanku tentang masa bertahun-tahun lalu, curhatan disela robekan kertas tentang keresahanku, catatan tentang mimpi-mimpiku, gambar-gambar lama yang ku buat, kotak pensil, kertas surat, buku-buku, foto dan banyak hal lainnya yang kembali membangkitkan memoriku yang terlupakan, mengingatkanku dengan bagaimana aku dimasa lampau, apa yang aku capai, cerita apa dibalik sebuah catatan, dibalik semuanya, aku tidak dapat menuliskan semuanya disini karena alam pikiran begitu amat luas untuk dideskripsikan dalam paragraf-paragraf sempit.
berbagai cerita yang pernah terekam dalam memoriku, seakan terus berjalan mengalun memenuhi riuhnya benakku, aku seakan dibawa kembali ke masa lalu.
kenangan yang terjebak diantara bait-bait kalimat.
barang yang menemaniku waktu ku kecil.
amplop yang ku beli di toko mainan.
souvenir yang ku dapatkan dari acara-acara.
fotoku di panggung perpisahan.
andai aku mendeskripsikan mesin waktu, ya aku bisa percaya bahwa mesin waktu adalah sebuah kenangan yang terjebak dalam sekat ruang, barang, tempat, seseorang atau apapun itu yang pada kemudiannya akan mengurai memori yang sudah lama tersimpan rapat
mesin waktu tanpa 'mesin', tanpa merusak sejarah manapun.
karena kita harus tau, semua itu sudah terlewat dan tak mungkin terulang.
- aku tidak tau seluruh kalimat diatas nyambung atau aneh satu sama lain, aku menulis apa yang mengalir dibenakku yang sedang riuh karena banyak memori yang tiba tiba muncul
Komentar
Posting Komentar