Memang Kenapa?

Mereka semua berisik.
Mereka seakan-akan sok tau.
Mereka seakan-akan menyayangkan sesuatu.
Mereka aneh, mencoba mengatur hidup orang lain dengan alibi "saran" atau "sekedar mengingatkan"
Memberikan ekspektasi kritis dengan kritik, seakan akan aku adalah karya seni, seakan aku adalah benda, disuruhnya jadi sempurna, disuruhnya menjadi serbabisa.
Aku manusia, asal kau tau.
Atau kau tidak tau?
Sial sekali, kau pikir hidupku yang ada sekali tak pantas ku jalankan dengan jalan yang kupilih? Jalan yang ku mau?

Memang kenapa kalau misal aku tak ingin menonjol?
Memang kenapa kalau misal aku hanya mau memendam bakatku?
Memang kenapa kalau misal aku tak punya piala?
Memang kenapa kalau misal aku tak punya sederet prestasi?
Memang kenapa kalau misal nilaiku menurun?

Kau tau?
aku lelah dalam pencarian hidup.
Aku lelah berangan-angan aku harus berbuat apa besok.
Aku lelah disuruh harus menuruti tuntutan sosial.
Aku lelah, tapi aku tidak menyerah.
Bukankah itu seharusnya sudah cukup?


Komentar

Postingan Populer