Postingan pertama : Memulai ruang baru





 Hai, ini postingan pertamaku di blog ini,

       ah setelah sekian lama akhirnya aku mencoba untuk memulai menulis di ruang baru ini, sebenarnya sudah lama aku ingin memulainya tapi memang tak kunjung dimulai, akhirnya di hari selasa bulan maret 2021 yang tadinya cerah ini aku menulis postingan pertama yang sebenarnya entah mau menulis apa, dan jika ditanya blog ini mau dibawa ke arah mana dengan tema dan alur seperti apa, aku juga belum tau, tapi aku sangat berharap agar blog ini dapat menjadi ruang yang menampung cerita, imajinasi dan pikiranku. begitupun blog ini dapat menjadi temanku berbagi.

         banyak cerita yang malah sudah terlupakan sebelum sempat diceritakan, dan akhirnya menghilang dari pikiran dengan sia-sia, padahal kadang dengan berbagi, tak hanya kita yang dapat belajar kembali dari pengalaman yang telah dilalui, pengalaman kita juga mungkin bisa menjadi gambaran bagi orang lain yang walaupun tidak bisa disamakan soal proses setiap orang, bercerita memang tak selalu  menyenangkan bagi orang yang suka memendam, apalagi bercerita secara gamblang dan jelas mengutarakan perasaan (termasuk bagiku sesekali), karena kadang respon yang kita dapatkan malah tidak sesuai yang diharapkan, tak semua orang bisa benar-benar paham. Mereka bisa mendengar tapi belum tentu mengerti, atau alih-alih cerita kita malah menjadi bahan omongan dibelakang, ada yang pernah mengalaminya juga? Hal yang sungguh sial jika orang yang menjadikan cerita kita lelucon untuk dibicarakan kepada orang lain itu merupakan teman yang kita percayai dan dianggap dekat. Tapi kadang memendam semuanya sendirian terasa berat, alangkah beruntungnya jika memiliki orang yang benar-benar bisa dipercaya untuk berbagi, dan jangan sampai kalut dan lupa bahwa kita memiliki Allah, tuhan yang maha segala untuk mengadu padanya.

         Dulu, aku suka bercerita dengan meluapkannya melalui tulisan, menorehkan perasaan  dalam bentuk untaian kata, tidak sering memang. Karena, kadang ada banyak perasaan yang begitu abstrak hingga tak mudah di ungkapkan dengan kata-kata, menulis menjadi satu cara untuk mengabadikan cerita-cerita yang lalu, dengan membacanya lagi dikemudian hari, akan membangkitkan memori tentang masa-masa itu, entah masa kelam yang pahit atau masa-masa indah. Bukan berarti hal pahit itu menyenangkan untuk di ingat, setidaknya menurutku. Ada luka yang obatnya hanya waktu dan ketika telah berhasil melaluinya, hal itu merupakan perkara yang sangat berharga, hingga pada akhirnya bisa “Berdamai dengan keadaan”, dan walaupun ada hal yang benar-benar tidak menyenangkan untuk diungkit kembali, tapi kita tidak bisa mengelak dari masa lalu yang kita miliki, biarkan ia disana, ditempatnya dibelakang sana. hari ini kita masih punya kesempatan dan masih ada esok esok hari jika Allah mengizinkan.

        sebenarnya paragraf ini akan menjadi paragraf terakhir dari tulisan ini, tapi aku tak menaruh kesimpulan apa-apa sebagai penutup, jadi aku hanya ingin mengucapkan terima kasih telah membaca tulisan pertamaku yang ditulis tanpa rencana ini :)

 

Edit : aku tidak sengaja mengembalikan postingan ke draft, sehingga tanggal upload berubah, namun aku tidak merubah apa yang sudah tertulis, ah beginilah penulis blog newbie, masih belum mengerti beberapa fiturnya :D

 

-          SF   -

Bogor, kota hujan yang sedang mendung

09 Maret 2021

Komentar

  1. Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.
    _Pramoedya Ananta Toer_

    Semangat memulai kembali untuk menulis siw 🔥

    BalasHapus
  2. Semangat siw! lakukan dengan aksi jgn banyak wacana doang, canda wacana wkwkw

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan Populer